kemarin, selasa tanggal 18 oktober,disisa 3 tahun kepemimpinan beliau, orang nomor satu di negeri ini bapak Susilo Bambang Yudhoyono akhirnya mengumumkan perombakan kabinet Indonesia Bersatu jilid II..
dipikiran gue kalau reshuffle itu menunjukkan kabinet bentukan pak BeYe itu gagal.. gagal mengurus negeri ini dan gagal pula dalam posisinya..
terbukti beberapa menteri di”tendang” dari kabinet, total ada 11 menteri yang didepak oleh sang presiden..

dari 11 menteri yang didepak tersebut, termasuk MenHumKam pak Patrialis Akbar dan MenHub pak Fredy Numberi, ketika beliau-beliau disebut pak Presiden sebagai menteri yang diganti, gue ga heran..

kedua bapak menteri diatas memang calon di reshuffle, ya gimana ga di reshuffle..
MenKumHam dianggal gagal/lalai karena kasus Century,Gayus,Artalita,dan Nazaruddin..
kasus Century yang ga kelar-kelar, Gayus yang mafia pajak bisa keluar penjara jalan-jalan padahal dia masih berstatus tahanan terus keluar negeri pakai paspor palsu, kemudian Kasus Artalita yang penjaranya kayak hotel, dan yang terakhir kasus korupsi  Nazaruddin yang ditangkap di KOLOMBIA setelah buron berbulan-bulan.. ckckckck
dan MenHub diganti karena kecelakaan-kecelakaan yang begitu banyak terjadi baik darat,laut,maupun udara..

yang agak mengejutkan, Menpora bapak Andi Malarangeng, ga diganti..
padahal nama beliau disebut-sebut ikut terlibat kasus korupsi wisma atlet SEA Games 2011.. hoki banget nih hahaha, selamat ya pak #eh
begitu tau kalau dirinya tidak didepak, pak Andi langsung fokus ke pembangunan infrastruktur SEA Games yang molor abisssssss, kebuttt pakkkk

selain diganti, beberapa menteri juga digeser ke kementerian lain..
salah satunya ibu Mari Elka Pangestu yang sebelumnya menjabat MenDag sebelum di geser ke posisi barunya yakni Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif..
gue rasa sih itu harusnya jangan terjadi, mengingat beliau sangat handal di posisi MenDag dalam 7tahun terakhir,, beberapa pihak juga menganggap kalau ibu Mari tidak seharusnya digeser,,

pertanyaan yang muncul di benak gue ialah kenapa seorang menteri bisa digeser ke posisi lain?
kalau digeser, apakah itu berarti menteri tersebut dianggap tidak cocok dibidangnya? nah kalau dianggap tidak cocok, berarti pak SBY keliru dong dalam memilih menterinya sewaktu awal pembentukan kabinet???

selain menngganti dan menggeser “pembantu-pembantu”nya, pak SBY juga menambahkan wakil menteri,, hal yang memicu kontroversi karena di anggap boros APBN tapi pak SBY bilang kalau wakil menteri ga pake dana dari APBN (loh, terus darimana dong dana untuk gajinya, dll?)
MenKeu dapet paket “spesial” karena wakilnya ada dua, katanya tugas seorang menteri keuangan itu berat jadi butuh dua wakil..

Berikut susunan lengkap Kabinet Indonesia Bersatu II setelah direshuffle (dikutip dari vivanews.com)

1. Menko Polhukam: Djoko Suyanto (tetap)
2. Menko Perekonomian: Hatta Rajasa (tetap)
3. Menko Kesra: Agung Laksono (tetap)
4. Menteri Sekretaris Negara: Sudi Silalahi (tetap)
5. Menteri Dalam Negeri: Gamawan Fauzi (tetap)
6. Menteri Luar Negeri: Marty Natalegawa (tetap)
7. Menteri Pertahanan: Purnomo Yusgiantoro (tetap)
8. Menteri Hukum dan HAM: Amir Syamsuddin (baru)
9. Menteri Keuangan: Agus Martowardojo (tetap)
10. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral: Jero Wacik (baru)
11. Menteri Perindustrian: MS Hidayat (tetap)
12. Menteri Perdagangan: Gita Wirjawan (baru)
13. Menteri Pertanian: Suswono (tetap)
14. Menteri Kehutanan: Zulkifli Hasan (tetap)
15. Menteri Perhubungan: E.E. Mangindaan (baru)
16. Menteri Kelautan dan Perikanan: Sharif Cicip Sutardjo (baru)
17. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi: Muhaimin Iskandar (tetap)
18. Menteri Pekerjaan Umum: Djoko Kirmanto (tetap)
19. Menteri Kesehatan: Endang Rahayu Sedyaningsih (tetap)
20. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan: M. Nuh (tetap)
21. Menteri Sosial: Salim Segaf Al Jufrie (tetap)
22. Menteri Agama: Suryadharma Ali (tetap)
23. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif: Mari Elka Pangestu (baru)
24. Menteri Komunikasi dan Informatika: Tifatul Sembiring (tetap)
25. Menteri Negara Riset dan Teknologi: Gusti Muhammad Hatta (baru)
26. Menteri Negara Koperasi dan UKM: Syarief Hasan (tetap)
27. Menteri Negara Lingkungan Hidup: Berth Kambuaya (baru)
28. Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Linda Agum Gumelar (tetap)
29. Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi: Azwar Abubakar (baru)
30. Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal: Helmy Faishal Zaini (tetap)
31. Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas: Armida Alisjahbana (tetap)
32. Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara: Dahlan Iskan (baru)
33. Menteri Negara Perumahan Rakyat: Djan Faridz (baru)
34. Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga: Andi Mallarangeng (tetap)

Wakil-Wakil Menteri baru:
1. Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan
2. Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Kebudayaan Wiendu Nurianti
3. Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nasional Bidang Pendidikan Musliar Kasim
4. Wakil Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi Eko Prasodjo
5. Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar
6. Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi
7. Wakil Menteri BUMN Mahmuddin Yasin
8. Wakil Menteri Kesehatan Ali Gufron Mukti
9. Wakil Menteri Luar Negeri Wardana
10. Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar
11. Wakil Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo
12. Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar
13. Wakil Menteri Hukum dan Ham Denny Indrayana

Wakil Menteri lama:
1. Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin
2. Wakil Menteri Perindustrian Alex Retraubun
3. Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono
4. wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Lukita Dinarsyah Tuwo
5. Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati
6. Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak