“jadi lo kapan Move On?” “udah, lupain aja.. Move on, coy!” “jangan dipikirin terus, hidup harus terus berlanjut, move on lah” , kira-kira begitulah kalimat yang akan terlontar kalau seseorang melihat temannya lagi galau gara-gara masih mikirin cintanya yang sudah berlabuh ke lain hati.

sekarang biar gue jelasin dulu, apasih galau, cinta, dan move on? (meskipun sudah pada tahu)
1. Galau
Anak muda zaman sekarang mana sih yang ga tau galau.
Galau itu kegelisahan dalam hati atau bisa juga disebut gundah karena sedang bingung dan terjepit dalam suatu kondisi dimana lu itu bingung, harus gimana.
rata-rata sih pada galau tentang cinta.

2. Cinta
Kehidupan anak muda tidak bisa lepas dari yang namanya cinta.
Cinta itu sendiri bisa diartikan sebagai reaksi kimia dalam hati yang bisa bikin seseorang ketagihan.

3. Move on
Secara harfiah, move on bisa dibilang bergerak, maksudnya ya “bergerak” lupain seseorang.

Nah kenapa kali ini gue tulis artikel tentang move on?
soalnya dua malam belakangan ini, gue dan teman-teman gue yang ada di grup WhatsApp lagi pada “rajin-rajin”nya bahas tentang gagal move on. sebenarnya grup ini tiap harinya selalu ngomongin topik yang macem-macem, segala jenis topik udah pernah dibahas, tapi entah kenapa kok akhir-akhir ini bahas gagal move on, lagi pada galau kayaknya.. biasalah, anak muda.
oh ya, grup ini kita namakan dengan grup CukKuCuk!!!

terus di grup CukKuCuk ini, ada dua teman gue yang spesialis move on.
Mereka expert banget kalau soal-soal yang percintaan begini.
sebut aja namanya Barbara dan Debora. (sorry ya kalau ada kesamaan nama)

Yang pertama,  Barbara.
menurut Barbara yang berumur 20tahun, iya ga salah baca kok, 20 tahun!
dia bilang  gagal move on karena masih mikirin mantan adalah hal yang wajar namun kalau tiba-tiba kelintas di pikiran, lu harus berusaha buat buang jauh-jauh biar ga mikirin lebih dalam lagi.
kalau lu masih pengen tahu mantan lu sekarang sibuk apa, gebetannya siapa,dll maka lu harus mulai kurangin rasa ingin tahu lu itu. Pelan-pelan aja, lu juga harus berpedoman pada kalimat “dia bukan buat gue” , dijamin sama Debora kalau nanti  lama kelamaan akan mulai berkurang deh rasa ingin tahu lu itu.
terus, berhasil move on deh

jadi intinya tuh memotivasi diri sendiri supaya ga terlalu mikirin dia karena dia itu bukan buat gue
-Barbara (bukan nama sebenarnya), yang sudah berhasil move on, 20 tahun

Selanjutnya, Debora. Dia inilah yang paling-paling jago menangani kasus-kasus percintaan anak muda, tapi dia juga ga setua Barbara *pfftttt, Debora baru 17 tahun.
Debora menyatakan ada tiga tips move on, berdasarkan pengalaman dia:
1. Jangan mau tau apa-apa tentang dia
ini sama sebenarnya dengan Barbara, jadi lu jangan mikirin si dia. Apapun yang terjadi, ga usah mikir “duh dia lagi ngapain ya?” “dia sekarang sama siapa ya?” “dia masih mikirin gue ga ya?”

2. Buang perasaan lu pelan-pelan
kalau u masih ada perasaan sayang dan perhatian ke mantan lu , masih ada perasaan sedih dan sakit hati,maka buang itu semua! BUANG!!!
Lakukan hal itu dengan pelan-pelan, sebab lu ga akan bisa melakukannya dengan langsung (instan).
tips kedua ini diyakini pula oleh Debora sebagai yang paling rumit.

3. Relakan dia
tips ketiga ini adalah yang paling menyakitkan, karena u harus relakan dia.
kalau lu udah berhasil menjalankan tips pertama dan kedua, tapi u masih belum merelakan dia dengan orang lain, ya sama aja bohong!
u harus bisa merelakan dia , jangan pernah nungguin dia buat balik lagi (apalagi kalau sudah kelamaan) dan percayalah lu juga bisa mendapatkan yang lebih baik lagi.

udah gitu aja, simple.
-Debora (bukan nama sebenarnya), pencari cinta sejati, 17tahun.

Fyi,  kehidupan asmara kedua orang ini juga ga mulus loh.
Barbara harus berjuang keras move on untuk melupakan seseorang yang telah menyakitinya, meskipun orang tersebut kembali lagi dan mengaku salah, namun Barbara tetap memutuskan untuk move on.
dan kata dia sih, udah berhasil move on (setelah sekian lama)
Kalau Debora, dia sudah lama single  (baca: jomblo) , terus baru-baru ini dia juga sedikit sakit hati oleh karena seseorang yang dia sebut “cinta iseng-iseng”.
Tapi saat artikel ini diturunkan, Debora mengaku bahwa dia sudah biasa lagi.
Ini bukan berarti dia jago move on loh, dia dulu juga susah move on,  sama seperti Barbara. -__-

dan yang paling penting dari semua itu, Barbara dan Debora sampai saat ini masih belum menemukan tambatan hatinya masing-masing.
(beginian kok dibilang penting?)
Sekian, terima kasih.