Lady Gaga akan konser di Jakarta tanggal 3 juni nanti di GBK dalam rangka tur dunianya yang bertajuk The Born This Way Ball, tiketnya pun udah terjual sejak 3 bulan lalu pas konser ini diumumin. Tapi sekarang yang lagi dibicarakan ialah bukan soal persiapan konser Lady Gaga tapi soal wacana pelarangan konser Lady Gaga.

Pelarangan konser Lady Gaga berawal dari aduan ormas yang mengatasnamakan agama dan lembaga budaya kepada pihak polda Metro Jaya, bahkan ormas tersebut bilang “kalau ga dibatalin, kami ga akan menjamin keamanan Jakarta”
hebat bukan? Gue ga mau bikin kontroversi, jadi kalian simpulkan sendiri saja, sebuah ormas yang kerap kali bertindak anarkis berkata seperti itu kepada kepolisian.
Mereka bahkan sampai bikin surat ke Setneg (sebelumnya diberitakan kalau surat ditujukan ke presiden) biar konser Gaga benar-benar dibatalkan

Secara garis besar, alasan mereka-mereka yang mengadu ini adalah karena Lady Gaga mereka anggap sebagai perusak moral, penampilannya seksi, seronok,tidak bagus bagi generasi penerus bangsa, bertentangan dengan budaya Indonesia, dan anti agama.
Alasan-alasan tersebut bikin gue tertawa geli bahkan ngakak.

Yang pertama, kata mereka Lady Gaga bisa merusak moral generasi penerus bangsa.
Ga usah cape-cape permasalahin konser-konser besar kayak Lady Gaga, lebih baik urus dulu konser dangdut yang jauh lebih merusak moral, jauh lebih seksi, jauh lebih seronok daripada Lady Gaga dan jauh ga ada manfaatnya.
Konser-konser dangdut seronok itu ada mulai dari kota-kota besar sampai ke pedesaan dan ga cuma ditonton bapak-bapak tapi juga anak-anak, nah mereka-mereka yang ormas dan polisi kemana aja?

Ga pernah urus yang begituan, ga pernah tuh denger di berita kalau ada ormas/polisi bubarin konser dangdut seronok dan memeriksa pedangdutnya atau ngerusakin panggung konser dangdut seronok.
Gue bahkan tiap hari kalau pulang kampus, selalu liat abang-abang penjual vcd bajakan puterin kaset vcd konser dangdut tersebut dan tepat didepannya ada segerombolan anak-anak kecil duduk manis nonton konser itu.

Apa itu ga terlalu merusak moral? sehingga ga pernah di perbincangkan oleh mereka yang mengaku ingin menyelamatkan generasi penerus bangsa?
Dan vcd-vcd bajakan itu berapa duit sih? 3.000 juga dapat, kalau seandainya anak kecil yang nonton itu lalu beli vcd nya dan setel di rumah dan ajak-ajak temannya yang lain untuk nonton, apa itu ga akan merusak moral?
Yang nonton Lady Gaga juga kebanyakan para remaja yang intelektual yang pasti udah tau mana yang baik dan buruk, bukan anak-anak kecil dan yang nonton konser pasti tujuannya untuk hiburan musik semata bukan untuk tujuan-tujuan lain, apalagi sampai buat puja-puja setan.
dan Lady Gaga itu konser Cuma beberapa jam loh, palingan mentok-mentok 2jam-an, ga konser seharian penuh…

jadi saran saya bagi mereka-mereka ini yang hendak memperbaiki moral generasi penerus bangsa, mulailah dari hal-hal kecil seperti itu, jangan fokus pada konser-konser besar hanya berdasarkan kata orang “wahh Lady Gaga mau konser, katanya kan dia vulgar” “katanya kan dia seksi” tapi coba telusuri dulu benar apa ga sih, terus cari-cari bukti pendukung untuk aduannya bukannya dengan ancaman.
Praktek prostitusi aja masih marak dimana-mana, tapi berani memakai alasan “porno” “seksi” “vulgar” “merusak moral” untuk boikot konser Lady Gaga..

Hal lain yang menjadi alasan ialah Lady Gaga tidak cocok dengan budaya kita, lalu kalau ga cocok, langsung diboikot? Ini kan negara demokrasi, harus dirundingkan untuk mencari jalan tengahnya, bukannya main memaksakan kehendak sendiri.
Kemarin gue ada nonton berita Seputar Indonesia, disitu ada wawancara dengan pak Tantowi Yahya (dahulu artis, sekarang politisi anggota komisi I DPR RI).
Beliau bilang kurang lebih seperti ini “kalau misalnya Lady Gaga dianggap tidak sesuai dengan kebudayaan kita, anti agama dan lain sebagainya, maka  seharusnya dirundingkan.. bicara dengan pihak Lady Gaga, mereka mau ikuti aturan disini atau ga, kalau dia ga mau ikuti, baru kan kita larang..
Jangan hanya berdasarkan desakan satu pihak saja, lantas langsung dilarang”
gue setuju sama pak Tantowi, emang benar seharusnya diomongin dulu.
Kan bisa saja promotor nanti mengajukan permintaan kepada pihak Lady Gaga agar tidak tampil seksi, ga membawa atribut-atribut yang anti agama, dan jangan menyanyikan lagu-lagu yang sensitif terhadap agama dan berpotensi memicu kontroversi (kan ga semua lagu Gaga menuai kontroversi).
Nah kalau semua itu bisa dipenuhi sama pihak Lady Gaga, udah selesaikan ?

Lagipula sekarang tuh udah era terbuka, budaya luar udah bisa masuk darimana saja, salah satunya melalui internet. kalau misalnya Gaga nanti ga jadi konser, orang-orang juga bisa lihat dia di youtube.
Kalau mau menjaga budaya bangsa, bukan dengan cara melarang budaya luar masuk, tapi justru ya budaya sendiri harus diperkuat. Kalau budaya sendiri udah kuat, mau siapapun yang masuk ke Indonesia, ga bakalan ngaruh juga ke budaya bangsa kita.

Oh ya untuk yang belum tahu, Lady Gaga di”tuduh” sebagai seorang yang anti agama dan lirik-lirik lagunya juga dipermasalahkan oleh ormas yang mengadu ke polisi karena juga dianggap sebagai bentuk anti agama. (Memang ada lagu Gaga yang menuai kontroversi, seperti Judas.)
Tapi ketika mereka ditanya lirik lagu apa yang jadi masalah dan bagaimana liriknya, mereka tidak menjelaskan.
Sengaja ga jelasin apa emang ga tau ya? Sekedar mengingatkan..
Dulu kan juga pernah begitu, ketika mereka ramai-ramai mendemo kedatangan Maria Ozawa , mantan bintang porno asal jepang.
Saya nonton beritanya di tipi, waktu itu ketika beberapa orang diantara mereka ditanya “memangnya siapa itu Maria Ozawa?”, sebagian besar dari mereka justru tidak tahu dan bahkan ada yang mengaku pernah menonton video porno Maria Ozawa dan masih menyimpan videonya di ponsel mereka. Mereka ada yang bilang kalau cuma ikut-ikutan demo.

Kalau konser-konser penyanyi gini menurut gue juga seharusnya ga usah dilihat dari sisi agama, tapi dari sisi hiburannya aja/
kita dengar lagu-lagu Lady Gaga ya dari melodi-melodinya aja, bagus atau ga.. nada-nadanya juga..
Ga usah lihat dari arti mendalam lagunya, dilihat dari sisi agama, intinya sih ya ga usah dipikirin serius🙂
Lagipula konser ini kan termasuk bagian pariwisata juga, mengenalkan Indonesia ke dunia luar makanya menteri pariwisata dan ekonomi kreatif Ibu Mari Elka Pangestu, memberikan dukungan agar konser ini tetap diselenggarakan.
Ini juga yang dijadikan bukti penguat oleh promotor ketika bernegosiasi meminta kepada polisi agar konser ga dibatalin.

Dan setelah sebelumnya pihak polda Metro Jaya berunding meminta saran dari Mabes Polri, akhirnya kemarin Kapolda Metro Jaya bilang bahwa pihak Metro Jaya merekomendasikan konsernya untuk tidak dilaksanakan karena alasan keamanan.
karena alasan keamanan? Yap, takut Jakarta kenapa-kenapa kata beliau kalau konser tetap digelar ->  “kalau ga dibatalin, kami ga akan menjamin keamanan Jakarta”

Pihak polda Metro Jaya juga memberikan saran, kalau mau tetap digelar, jangan di Jakarta, di luar Jakarta masih boleh.
Para Little Monster (sebutan fans Lady Gaga) sebelumnya juga kompak mengusulkan agar konser dipindahkan ke Bali ketika mereka tahu kalau konser Lady Gaga ditentang.
Namun jika nanti misalnya konser tetap di gelar di ibukota, pihak polda Metro Jaya menyatakan akan membubarkan konsernya.
“ga ada izin kok tetap digelar, jadi akan kami bubarkan kalau konser tetap dilaksanakan”
Lalu apa tanggapan ormas itu terhadap keputusan ini? “Kami puas karena polisi sudah bertindak tepat”
ya, mereka puas (sekali).

Pihak polda Metro Jaya bilang kalau mereka ga melarang konser namun mereka hanya ga merekomendasikan dan mereka juga bilang bahwa ini negara demokrasi, jadi jika ada yang tidak setuju itu sah-sah saja.
dan gue secara pribadi ga setuju (makanya gue nulis artikel ini), gue ga setuju bukan karena Lady Gaga batal konser karena gue emang bukan seorang little monster.
gue ga setuju karena pihak kepolisian yang merupakan lembaga hukum yang diakui negara mau-mau saja diintervensi , diintimidasi dan ditekan oleh pihak-pihak yang bahkan tidak mempunyai kekuatan hukum.
Itu sangat-sangat gue sesalkan, kalau polisi bisa ditekan seperti itu, jangan berharap masyarakat akan percaya pada polisi.
Misalnya kalau nanti ada rusuh atau kejahatan, masyarakat akan ketakutan dan pasti ragu untuk melapor pada polisi.
Masyarakat akan berpikir “polisi aja bisa ditekan oleh pihak tertentu, tar kalau gue lapor bisa-bisa mereka ga ditangkap dan malah keselamatan gue yang terancam.”
Sungguh ironis jika nantinya kepolisian malah ga mendapat kepercayaan dari masyarakat.

Kalau menurut kepolisian, Lady Gaga ga menyalahi aturan, ya kasi izin aja meskipun ada yang ga suka, kan pro dan kontra itu hal yang biasa di negara demokrasi ini.
Polisi kan punya kekuatan hukum, harusnya ga mudah “jatuh” pas ditekan oleh beberapa pihak.
Dan jika pada akhirnya polisi tetap bersikukuh ga kasi izin konser, ya gue harap itu bukan karena tekanan pihak-pihak tertentu.

“di Malaysia dan Filipina, kabarnya Lady Gaga juga ditolak, kok ga ngomongin? Kenapa cuma bahas soal penolakan di Indonesia?”
emang iya disana Lady Gaga juga diboikot, tapi gue kan ga tau disana kayak apa. Yang gue tahu kan kondisi disini , yakni masih banya konser-konser dangdut seronok, praktek prostitusi yang masih bebas dan bahkan film bioskop juga mengandung pornografi (tentunya film lokal) dimana film tersebut mengangkat tema” horror komedi (vulgar)”.

Jadi seperti yang gue bilang diatas, hal-hal seperti itu yang sudah dimana-mana termasuk dipelosok wilayah ga pernah diurus, ga pernah jadi fokus perhatian dan ga dilarang tapi konser Lady Gaga yang cuma 2jam-an ga sampai seharian malah ditentang habis-habisan karena dianggap vulgar, seronok, seksi, anti agama padahalkan masih bisa dibuat semacam perjanjian dulu dengan pihak Lady Gaga nya agar mau menaati aturan sini , jangan langsung main larang-larang aja.

Kalau Malaysia dan Filipina tolak, bisa saja disana memang udah ga ada maksiat-maksiat seperti di Republik ini, jadi ketika Gaga akan konser mereka langsung menentang.
Jadi bisa dibilang kalau ingin negara kita bersih dari hal-hal yang porno, vulgar, dll bersihkan dulu dari dalam, kalau kita sendiri belum bersih lalu menentang yang mau datang, kan malu juga…
ya kecuali negara ini udah bersih 100% bebas segala macam hal-hal yang dapat merusak moral, lalu Gaga mau datang lalu dicegat, itu menurut gue adalah tepat.

“om om, Korea Selatan kan juga sama, Lady Gaga ditolak oleh kelompok aktivis keagamaan, kok ga dibahas juga?”
iya disana ditolak, tapi  pemerintah mereka pintar, mereka bisa mencari jalan tengah yaitu yang mau nonton konser Gaga harus yang sudah berusia diatas 18 tahun .
Dan konserpun tetap diselenggarakan karena kelompok aktivis keagamaan setuju, mungkin mereka tidak arogan seperti disini #eh.
Mungkin juga pemerintah Korsel mencari jalan tengah supaya konser tetap dilaksanakan karena kasihan terhadap mereka-mereka para little monster yang sudah menantikan Lady Gaga datang ke negaranya.
Atau yang paling masuk akal menurut gue, pemerintah disana sepertinya tidak ingin negaranya dicap “kolot’ “ketinggalan jaman” dan “terlalu mengekang warganya” .

Lalu kenapa Indonesia tidak berupaya mencari jalan tengah  seperti yang dilakukan Korea Selatan tetapi malah menuruti untuk melarang konser Gaga? Simpulkan sendiri hehehehe..

Berita tentang pelarangan konser Lady Gaga di tanah air ga cuma jadi perbincangan di dalam negeri, tapi media-media internasional udah ikutan menyorot berita ini. Diantaranya ialah:
news.sky.com – “Islamist threaten ‘too sexy’ Gaga concert”
International Business Times – “Lady Gaga’s Permit to Concert Denied, Religious.”
The Sun – ‘Ban on ‘Satan Gaga’
BBC – “Lady gaga refused permit for Jakarta concert”
The Washington Post – “ Lady Gaga is officially too sexy for Indonesia”
dan lain-lain.
Inti dari pemberitaan media internasional tersebut ialah membahas tentang pihak kepolisian Indonesia yang dinilai terlalu lemah karena ditekan oleh ormas.

Jadi kalau misalnya konser Lady Gaga nantinya benar-benar batal, ga cuma pihak promotor yang rugi, ga cuma Little Monster yang kecewa, tapi image Indonesia akan jadi buruk dan kalau ada artis internasional yang mau konser, mereka akan berpikir ulang “Indonesia masukin ke daftar negara tur dunia gue ga ya..? hmmm… ntar gue dicekal, males banget.. udah plan jauh-jauh hari, ntar batal, kan rugi juga gue.. apalagi polisi disana lemah..”
tapi biarpun ada yang rugi, ada yang kecewa, tetap ada kok pihak yang puas #eh

Oh iya, meskipun polda Metro Jaya udah bilang kalau mereka tidak merekomendasikan konser Gaga, namun pak Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo masih akan mengkaji ulang, masih akan bahas apakah konser itu benar-benar akan batal atau masih ada jalan tengahnya seperti yang masih diupayakan oleh pihak promotor.
Pihak promotor pasti akanberusaha mencari jalan tengah, soalnya kalau batal, mereka akan rugi besar.
Jadi bagi kalian para little monster, masih ada harapan konser ini akan digelar , ya meskipun menurut gue kecil banget kemungkinannya. Tapi ga ada salahnya kan berharap? :p

Untuk diketahui bersama, Lady Gaga ini merupakan satu-satunya artis internasional yang konsernya dilarang oleh pihak kepolisian. (ya iyalah, soalnya artis-artis sebelumnya ga dicekal sama ormas #eh)

Dan informasi terbaru yang gue baca ialah pihak promotor telah melakukan pembicaraan dengan pihak Lady Gaga, dan Gaga setuju untuk berpakaian sopan dan tidak seronok karena dia tau resiko konser di negara timur (terutama Indonesia) yang berbeda budaya.
Jadi Lady Gaga mau menyesuaikan dirinya dengan budaya disini ketika konser, dia ga mau sembarangan tampil ketika berada di negara lain.
Dan ternyata sebelum berita konser dia dicekal mencuat, dia emang udah sadar kalau misalnya berpakaian seksi juga harus sesuai dengan negara tempat di menggelar konser, apakah pantas atau tidak.

jadi bagi kalian Little Monster, harapan itu sepertinya mulai muncul.
Mabes polri  kan belum beri putusan final, terus Lady Gaga juga janji mau berpakaian sopan, jadi ya bisa saja konser tetap digelar.

Sebelumnya pas kemarin ada talk show di tipi, menghadirkan ormas dan polisi juga + pihak yang pro konser Lady Gaga..
dan tebak, ormasnya bisa apa? Yap, pihak ormas ga berkutik melawan serangan dari yang pro Lady Gaga, mereka terlihat seperti kehabisan alasan karena selalu bisa ditepis oleh yang pro Lady Gaga.
Pun begitu dengan polisi, mereka seperti kehabisan alasan juga.

Baru-baru ini juga ada yang bilang kalau Gaga itu setan, dan dia akan membaptis penonton ketika konser untuk menjadi pengikut setan..
gue benar-benar mau ketawa pas baca berita itu, mau ngakak.
Apa alasan itu masuk akal??

Oke emang lagunya ada yang anti agama, tapi ya ga gitu juga kaleee…
Hellowwww… emangnya Gaga dari organisasi gelap? Dari organisasi anti agama? Emangnya dia cuci otak semua yang nonton konsernya?
Di negara-negara yang dia udah pernah datengin, fine-fine aja yang nonton konsernya.
Ga ada tuh berita “beberapa remaja kesurupan setelah menonton konser Lady Gaga di negara zzz” atau “remaja di negara xxx bunuh diri setelah menonton konser lady gaga, diduga akibat ilmu hitam yang disebarkan oleh Gaga”

Banyak juga band-band metal yang lagunya gothic, terus nama bandnya terinspirasi dari nama iblis/setan, tapi ga dilarang pas mau konser, ga dicap sebagai band setan..
Banyak juga film-film bioskop yang angkat tema setan + bonus vulgar pula, tapi ga pernah diboikot..
Gaga yang cuma beberapa lagu yang kontroversial, udah dilarang dengan 1001 alasan.
Artis, pejabat, pengamat musik pun bingung dan keheranan kenapa Gaga dicekal. Tak sedikit dari mereka yang bertanya-tanya kenapa Lady Gaga dicekal sampai sebegitunya padahal masih banyak jalan tengah yang bisa dicari.

Ormas ini juga mengaku udah beli 150 tiket konser Lady Gaga yang seharga 400.000-an (tribun 2), jadi rencana mereka tuh kalau misalnya konser tetap digelar, mereka mau bikin rusuh.
Mereka bilang yang nonton tenang aja, yang mereka incar tuh Lady Gaga, kru, dan panitia penyelenggara. Gila ga, udah berasa jagoan ngancem-ngancem segala, berasa penegak kebenaran.
Mereka juga bilang kalau mereka siap dengan segala resiko.
(Halah, ntar kalau ada yang ditangkap polisi, besoknya juga pada demo depan kantor polisi minta temannya dibebaskan, kalau ga dibebaskan, pasti ujung-ujungnya bertindak anarkis)
Tapi konser Lady Gaga kan ditonton 100.000-an orang, mereka cuma 150 orang, di injek rame-rame juga pada babak belur gue rasa, belum lagi tar dihajar pengawal Gaga yang badan gede-gede ga kayak mereka yang kerempeng.
Lagipula katanya mereka mengatasnamakan agama, kenapa duit dipakai buat hal-hal seperti itu? buat tindak kejahatan, kriminalitas dan kerusuhan?
itu ada 150 tiket, dikalikan 400.000-an aja udah 60.000.000-an .
Uang segitu banyak cuma buat bikin kerusuhan, mendingan mereka sumbangin ke badan zakat/amal, panti asuhan atau pembangunan tempat ibadah, itu kan lebih berguna.
Apakah dengan begini mereka masih pantas melakukan aksinya dengan bawa-bawa nama agama? aksi-aksi mereka justru membuat image agama itu sendiri menjadi jelek di mata umat agama lain.
Tapi orang-orang sekarang juga tahu kalau ormas ini ga merepresentasikan agama itu, orang-orang udah cap kalau ormas ini cuma biang kerusuhan.

Oke memang ini negara demokrasi, jadi siapapun bebas berpendapat dan pasti ada pro dan kontra.
kalau menurut ormas tersebut, Lady Gaga itu setan, ya jangan nonton dan dengar lagunya lah. Gitu aja kok repot.
Kalau tetap kekeuh mau tolak tapi udah kehabisan alasan, jangan juga mencari-cari alasan yang mengada-ada dan jika nanti keputusan lu akhirnya terbantahkan dan “kalah”, terimalah dengan lapang dada.
Ga usah bikin rusuh-rusuh segala macam, cuma bikin rugi, bikin nama Indonesia jadi jelek.
Emangnya dengan lu bikin rusuh, masalah selesai??

Menonton konser Lady Gaga tidak akan membuat anda masuk neraka tapi melarang konsernya juga tidak akan menjamin anda masuk surga🙂

Gue ga peduli kalau misalnya gara-gara artikel ini gue di cap pengikut setan, penyuka pornografi, dan lain sebagainya..
Sah-sah saja jika ada yang berbeda pandangan sama gue.
Dan seperti yang gue bilang juga, gue tulis artikel ini karena gue ga setuju sama pihak kepolisian yang mau-mau saja ditekan oleh beberapa pihak dan gue juga ga setuju dengan berbagai alasan yang ga masuk akal yang dituduhkan ke Lady Gaga karena kalau di pikir pakai logika dan secara rasional, alasan-alasan yang dipakai untuk melarang Lady Gaga, tidak masuk akal dan ngelantur.
Dan gue juga ga setuju kalau misalnya mau tolak konser Lady Gaga tapi pakai cara kekerasan, menurut gue itu udah “Lebay” dan keterlaluan.
Apa susahnya sih berunding mencari jalan tengahnya?

Namun terlepas dari nantinya konser lady Gaga jadi atau tidak, yang jelas gue udah terlanjur kecewa dengan pihak kepolisian yang terlihat sudah kehilangan tajinya seperti macan ompong.