Bakrie Group, siapa yang yang tak mengenal kelompok usaha milik keluarga Bakrie ini. Bakrie Group sudah berdiri sejak 1942 , tahun ini menginjak usia 70 tahun dan terus berkembang menjadi kelompok usaha yang besar dan memiliki pengaruh besar hingga kini.

Perusahaan-perusahaan dibawah naungan Bakrie Group bergerak di berbagai bidang usaha seperti industri metal, bidang telekomunikasi, media, infrastruktur, energi, perkebunan, olahraga dan masih banyak lainnya.

Dan dalam positng saya kali ini, saya akan mencoba menganalisis Kekuatan (Strengths), Kelemahan (Weaknesses), Peluang (Opportunities) dan Ancaman (Threats) (Analisis SWOT) yang mungkin akan dihadapi Bakrie Group jika seandainya saya menjadi CEO Bakrie Group

Berikut adalah hasil analisa saya:

I. Strengths (Kekuatan)
Pada era Globalisasi sekarang, Bakrie Group sudah memiliki kekuatan yang mumpuni untuk bertahan dan terus melaju dalam persaingan bisnis yang kian sengit.

Kekuatan itu antara lain ialah:
a. Identitas dan Pengalaman
Bakrie Group sebagai kelompok usaha yang besar tentunya sudah memiliki nama besar dan sudah familiar di telinga para pelaku bisnis lainnya maupun investor, selain itu Bakrie Group juga telah memiliki segudang pengalaman dalam dunia usaha.
Apa yang anda ragukan lagi dari sebuah kelompok usaha yang sudah sukses dan berdiri sejak 70 tahun yang lalu?

b. Komitmen
Bakrie Group selama ini berpegang erat pada komitmen dimana Bakrie Group akan terus berkembang agar dapat memajukan dunia usaha Indonesia serta menyejahterakan warga sekitar dengan terbukanya lapangan pekerjaan dan turut andil memberikan kontribusi dalam membantu menggerakkan roda perekonomian Indonesia.

c. Kualitas
Sisi positif Bakrie Group yang menjadi kekuatan berikutnya ialah meskipun memiliki banyak perusahaan dan anak perusahaan, hal tersebut tidak membuat Bakrie Group mengabaikan kualitas barang/jasa yang dihasilkan.
Oleh karena itu tak heran jika industri industri yang digeluti dan berada di bawah payung usaha Bakrie Group menjadi salah satu yang terbaik di Asia bahkan Dunia.

d. Citra Yang Baik
Sisi positif Bakrie Group yang lainnya adalah Bakrie Group berhasil membangun dan mempertahankan citra (image) yang baik dalam pandangan masyarakat.
Hal ini terwujud karena adanya “Bakrie Untuk Negeri”, sebuah penamaan (brandname) untuk aktivitas sosial yang dilakukan oleh keluarga besar Bakrie dalam memberikan kontribusi kongkrit bagi pembangunan kemanusaiaan, lingkungan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Karena

“Setiap rupiah yang dihasilkan oleh Bakrie harus memberikan manfaat untuk masyarakat sekitarnya” -Achmad Bakrie, Pendiri Kelompok Usaha Bakrie

Bakrie Untuk Negeri mencakup bidang tanggung jawab sosial, lingkungan (go green), pendidikan, kesehatan, olahraga, dan masih banyak lainnya

II. Weaknesses (Kelemahan)
Bakrie Group juga memiliki beberapa kelemahan seperti:
a. Lumpur Lapindo
Kasus lumpur PT Lapindo Brantas, anak perusahaan Bakrie Group, yang membuat Sidoarjo tertutupi lumpur telah menjadi sebuah kelemahan besar bagi Bakrie Group.
Karena kasus ini pula, citra bagus yang selama ini dibangun oleh Bakrie Group seolah runtuh begitu saja. Meski pada akhirnya kasus ini dinyatakan murni bencana alam, namun pandangan negatif masyarakat kepada Bakrie Group, sulit dihilangkan. Hal ini harus segera dicari jalan keluarnya.

b. Ketidakstabilan Laporan Keuangan
Fakta bahwa beberapa anak perusahaan Bakrie Group mengalami kerugian dalam laporan keuangan tahunan memang tak dapat ditutupi.
Sebagai sebuah kelompok usaha yang besar, kerugian harus dapat diminimalisir sekecil mungkin.
Sebab jika terus mengalami kerugian (apalagi dalam jumlah besar) tentunya akan berdampak tidak baik terhadap Bakrie Group secara keseluruhan.

c. Internal Perusahaan
Selain dua hal diatas, kelemahan Bakrie Group bisa berasal dari internal perusahaan, apakah itu dari karyawan/staff, manajemen, atau yang lain.
Kurangnya koordinasi dalam manajemen perusahaan memunculkan masalah.
Seperti masalah penyetoran pajak.

III. Opportunities (Peluang)
Adapun peluang-peluang yang bisa dimanfaatkan oleh Bakrie Group di masa sekarang dan masa mendatang adalah:
a. Sumber Daya Alam
Mengingat masih begitu banyaknya Sumber Daya Alam di Tanah Air yang masih belum terkelola dengan baik, maka ini bisa menjadi sebuah peluang bagi industri energi/pertambangan Bakrie Group untuk mengekspansi usaha lebih luas lagi dan mengambil bagian di pangsa pasar domestik maupun global.
Tentunya diiringi dengan pembaharuan agar dapat terus digunakan generasi mendatang dan melakukan pembatasan juga terhadap SDA yang tak dapat diperbaharui.

b. Sektor Industri Yang Belum Tersentuh
Dewasa ini persaingan sudah semakin sengit dan Bakrie Group tak bisa terus bertumpu hanya pada satu atau dua sektor andalan saja.
Meskipun sekarang masih memberikan hasil yang bagus dan prospek positif namun tak ada yang dapat mengetahui apa yang akan terjadi di masa mendatang.
Oleh karena itu , Bakrie Group harus mulai bergerak dan menjalankan bisnis yang selama ini belum tersentuh oleh Bakrie Group, seperti bidang industri kertas dan pulp.
Dan menjadikan bidang industri ini sebagai salah satu sektor industri andalan Bakrie Group di masa mendatang.

c. Perkembangan Teknologi
Semakin berkembangnya teknologi tentunya menjadi peluang bagus Bakrie Group dalam menjalankan bisnisnya.
Teknologi memiliki peran dalam kesuksesan suatu bisnis karena jika suatu perusahaan tak mampu mengoptimalkan teknologi dengan baik maka akan perkembangan bisnisnya akan tertinggal oleh perusahaan yang mengoptimalkan kecanggihan dari suatu teknologi.
Sehingga Bakrie Group harus terus mengikuti perkembangan teknologi sehingga tidak ketinggalan zaman dan nantinya mampu mengoptimalkan segala teknologi canggih sehingga bisnis dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.

IV. Threats (Ancaman)
Terakhir, ancaman yang mungkin akan dihadapi Bakrie Group ialah:
a. Persaingan Era Perdagangan Bebas
Perdagangan bebas bisa menjadi satu ancaman besar bagi Bakrie Group karena dalam perdagangan bebas, karena dalam perdagangan bebas, barang industri bisa masuk kapan saja ke dalam negeri sehingga meningkatkan persaingan yang lebih kompetitif.
b. Munculnya Pelaku Bisnis Baru
Bakrie Group tentunya tidak sendirian dalam menjalankan bisnis, ada banyak pelaku bisnis yang menggeluti bidang yang sama dan menjadi kompetitor Bakrie Group.
Dan di masa mendatang akan terus bermunculan pesaing-pesaing baru dengan ide yang lebih fresh dan penuh inovasi baru.

c. Persaingan Tidak Sehat
Dalam dunia bisnis persaingan tak selalu sehat, selalu ada beberapa pihak yang ingin membuat nama perusahaan kita menjadi buruk.
Begitupun yang dialami Bakrie Group, sekarang saja ada beberapa isu-isu negatif yang dihembuskan oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab kepada Bakrie Group.
Dan di masa mendatang, Bakrie Group sepertinya akan menghadapi isu-isu negatif yang lebih banyak lagi.

Lalu bagaimana saya mengatasi kelemahan dan ancaman terhadap Bakrie Group sembari memperkuat kekuatan dan memanfaatkan peluang yang ada?
Saya akan menggunakan dan menerapkan empat strategi, yaitu SO (strengths-Opportunities), WO (Weaknesses-Opportunities), ST (Strengths-Threats), dan WT (Weaknesses-Threats).

1. Strategi SO (Strengths-Opportunities)
Strategi yang akan saya terapkan dengan memanfaatkan seluruh kekuatan yang telah dimiliki untuk merebut dan memanfaatkan peluang sebesar-besarnya sehingga Bakrie Group bisa semakin kokoh dan tak tergoyahkan dalam dunia bisnis.
Jika merujuk pada kekuatan dan peluang Bakrie Group menurut analisis saya diatas, maka Bakrie Group dengan nama besarnya dapat menggunakan pengalaman yang dimiliki untuk merebut dan memanfaatkan Sumber Daya Alam untuk dikelola dengan baik dengan memanfaatkan perkembangan teknologi terkini untuk menghasilkan output yang memiliki kualitas terbaik dibidang usahanya dan berkomitmen untuk terus memperluas usaha tersebut sehingga pertumbuhan perekonomian Indonesia dapat perlahan-lahan meningkat.

2. Strategi WO (Weaknesses-Opportunities)
Strategi WO ini diterapkan berdasarkan pemanfaatan peluang yang ada sehingga semua peluang dapat dimanfaatkan dengan maksimal namun kelemahan dapat diminimalisasi.
Misalnya Bakrie Group dapat memanfaatkan Sumber Daya Alam yang masih belum terkelola dengan baik dan mampu memulai usaha bisnis baru di sektor industri baru namun dalam menjalankan industri baru tersebut harus disertai dengan pengawasan manajemen dan pengendalian internal guna mencegah terjadinya fraud dan perpecahan di tubuh internal perusahaan.
Dan juga meminimalkan segala kesalahan operasional agar perusahaan dan menetapkan langka-langkah kegiatan operasional perusahaan secara tepat agar tidak mengalami kerugian besar dan mampu bangkit ditahun berikutnya.

3. Strategi ST (Strengths-Threats)
Adalah strategi yang ditetapkan berdasarkan kekuatan yang dimiliki untuk mengatasi ancaman yang ada.
Bakrie Group tidak akan terpengaruh dan terdesak hanya karena perdagangan bebas dan munculnya pelaku bsinis baru karena Bakrie Group memiliki identitas sebagai kelompok usaha yang sukses dan pengalaman yang akan menjadi bekal menghadapi perdagangan bebas.
Serta komitmen yang kuat dan kualitas output yang terbaik sehingga akan membuat Bakrie Group selalu dipercaya oleh para investor dan jika sudah mendapat kepercayaan maka munculnya pelaku bisnis baru rasanya tidak akan menjadi suatu ancaman besar lagi bagi Bakrie Group.
Ancaman yang lain berupa persaingna tidak sehat, juga dapat ditepis dengan kekuatan Bakrie Group yang lain yaitu citra yang baik selama ini.
Dengan keberhasilan Bakrie Group membangun citra baik di mata masyarakat, maka isu-isu negatif yang dituduhkan ke Bakrie Group tidak akan dengan mudah dipercaya oleh banyak orang.

4. Strategi WT (Weaknesses-Threats)
Strategi ini ditetapkan berdasarkan kegiatan yang bersifat defensif dan berusaha meminimalkan kelemahan yang ada serta menghindari ancaman .
Distrategi ini, Bakrie Group akan meminimalkan dan menghilangkan kelemahan yang ada dan sekaligus juga menghindari ancaman yang ada.
Seperti Lumpur Lapindo yang menjadi kelemahan Bakrie Group saat ini, meskipun sudah diputuskan bahwa Bakrie Group tidak bersalah dan tidak harus mengganti biaya ganti rugi, namun hal itu tidak menjadi bahwa isu-isu negatif akan hilang begitu saja.

Masih ada beberapa pihak yang mencoba memanfaatkan kelemahan ini untuk “menyerang” Bakrie Group, namun untuk meminimalkan kelemahan tersebut dan menunjukkan bahwa Bakrie Group memiliki rasa sosial terhadap lingkungan sekitar maka rumah-rumah yang terkena dampak lumpur akan dibeli oleh keluarga besar Bakrie bukan atas nama perusahaan.

Dengan demikian, kelemahan dapat teratasi dan ancaman pun akan menghilang dengan sendirinya.

Kelemahan yang lainnya ialah kerugian yang dialami dan faktor internal, bisa juga dimanfaatkan oleh para pelaku bisnis dalan era perdagangan bebas sebagai suatu ancaman.

Hal ini dapat diminimalisasi dengan pengendalian internal dan penetapan langkah-langkah kegiatan operasional dengan tepat (seperti yang saya tulis di Strategi WO) sehingga Bakrie Group dapat menjalankan bisnis dengan lancar dan dengan keuntungan sehingga ancaman-ancaman tersebut tidak menjadi kendala lagi.

Itulah analisis SWOT dan strategi-strategi yang akan saya terapkan dan jalankan pada Bakrie Group jika saya menjadi CEO Bakrie Group.
Dengan strategi-strategi tersebut, saya yakin Bakrie Group akan semakin kuat dan semakin maju dalam menjalankan bisnis untuk kedepannya sehingga dapat menjadi sebuah kelompok usaha yang dapat terus mendominasi pasar di berbagai bidang usaha dan dapat terus memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan perekonomian Indonesia .