halo, gue kembali hadir setelah sekian lama ga nulis. Maklum, kemarin-kemarin lagi musim liburan terus masuk kuliah, awal-awal semester ternyata udah repot. Jadinya ga sempet nulis artikel, mau cerita tentang liburan gue aja ga sempat.

kali ini gue mau bahas tentang pilkada DKI, sebelumnya gue udah bahas tentang pilkada DKI pas Juli lalu.
Waktu itu ga ada yang suaranya mencapai 50%, sehingga harus lanjut putaran dua, dan coblosnya besok.
iya, besok. Tanggal 20 september 2012. Putaran dua ini menyisakan pasangan Foke-Nara yang identik dengan kumis dan pasangan Jokowi-Basuki (Ahok) yang identik dengan kotak-kotak.

gue ga mau ngomong banyak kali ini, cuma mau nulis artikel singkat aja. Soal profil, visi-misi, program kerja kedua pasangan tersebut, bisa dilihat pada postingan gue yang sebelumnya.
Di artikel kali ini, gue cuma mau kasi gambaran aja agar teman-teman yang warga DKI Jakarta dan kebagian hak suara, untuk mencoblos sesuai hati nurani.

Gue mau bersifat netral aja di postingan kali ini, ga mau nyudutin satu pihak ataupun angkat pihak yang lain karena gue rasa teman-teman sudah mengikuti perkembangannya selama ini, jadi pasti sudah paham semuanya.

Seperti kampanye-kampanye hitam dari salah satu pasangan, itu udah bukan rahasia lagi. Mulai dari money politic, sebarin isu dan atau ngomongin yang nyerempet SARA, sebarin fitnah, nuduh-nuduh korupsi.
Ada juga yang pura-pura jadi tim kampanye pasangan lain, terus ngelakuin cara-cara kotor biar di diskualifikasi pasangan tersebut.
Kalau disuap, ya terima aja, tapi pilihnya tetap sesuai hati.
Masa rela pindah suara cuma karena duit sekian ratus ribu, beras beberapa liter dan satu-dua potong kaos oblong. meh~
Gue cuma mau ngomong aja, kalau teman-teman ngeluh Jakarta begini begitu, ya jangan coblos incumbent, cobloslah yang baru.
Itu kalau lu semua beranggapan Jakarta butuh pemimpin baru.
Nah bagi teman-teman yang merasa Jakarta udah bagus nih, dalam tahap pengembangan menuju masa yang lebih cerah, dan lain sebagainya. Ya coblos lah yang lama, ga usah coblos yang baru. Simple kan?

Kalian bisa menilai sendiri, mana sih yang licik dan mana sih yang bersih selama masa kampanye. Apalagi sudah banyak debat-debat di stasiun tv, masyarakat Jakarta mah udah pada cerdas-cerdas.

Dan yang paling penting, coblos yaa… Masa udah yakin sama Foke atau Jokowi, eh tau-taunya kaga nyobolos.
ya ga apa-apalah bangun pagi buat coblos, ntar tinggal tidur lagi..

Jadi, akhir kata.. pilihan lu kumis atau kotak-kotak?
Jawab pas besok di TPS masing-masing😀